Sabtu, 24 Desember 2011

Tanda-Tanda Ganda Semesta


Setiap kali Tuhan menciptakan sesuatu yang bersifat sementara, Dia menciptakannya secara berpasangan, sebagai dua benda yang berkaitan satu sama lain, atau berlawanan satu sama lain.
Misalnya, pria dan wanita, siang dan malam, langit dan bumi, daratan dan lautan, matahari dan bulan, jin dan manusia, kepatuhan dan keingkaran, kebahagiaan dan kesengsaraan, petunjuk dan kesesatan, keagungan dan kehinaan, kekuasaan dan ketidakmampuan, kekuatan dan kelemahan, pengetahuan dan kebodohan, kehidupan dan kematian (whow…!).
Dia ciptakan sifat-sifat dari makhluk-makhlukNya dengan cara yang saling berkaitan atau berlawanan satu sama lain sehingga mereka tidak akan sama dengan sifat-sifat Pencipta.
Keesaan dan ketunggalanNya menjadi termanifestasi di hadapan makhluk-makhlukNya: keagunganNya tanpa kehinaan, kekuasaanNya tanpa ketidakmampuan, kekuatanNya tanpa kelemahan, pengetahuanNya tanpa kebodohan, kehidupanNya tanpa kematian, kegembiraanNya tanpa kesedihan, penghidupanNya tanpa pemusnahan.
Tuhan itu Esa dan Unik:
Esa dalam esensi dan sifat-sifat, Unik dalam kemuliaan. Dia tidak dapat diperbandingkan dengan setiap orang dan terpisah dari segala benda.”Tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia”[QS 42:11]. Tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia dan Dia tidak punya persamaan atau pembanding. Kesamaan itu berasal dari sekutu, dan Tuhan tidak mempunyai sekutu. Dia tidak bisa disamakan dengan apapun dan tidak butuh apapun.
Pintu kekikiranNya tertutup dan pintu kedermawananNya terbuka. Dia mengampuni dosa-dosa dan memberi belas kasih pada orang-orang yang bersalah. Dia membuat cintaNya tampak nyata dengan mengasihi hamba-hambaNya. Dia mencintai hamba-hambaNya meskipun Dia tidak membutuhkan apa-apa. CintaNya terjalin antara diriNya dan hambaNya tanpa perantara.
Karena itu sudah selayaknya jika hamba itu (bagaimanapun keadaannya-entah dia sedang terluka dalam penderitaan atau bergelimang dalam kesenangan dan karunia) untuk menerima kedermawananNya dan mencari perlindungan padaNya, lari kepadaNya dari makhluk-makhluk lain, sebagaimana telah diperintahkan olehNya:Maka larilah kepada Tuhan!
Pelarian merupakan salah satu kedudukan dari para kelana ruhani, salah satu tempat pemberhentian cinta. Jika seseorang benar-benar telah mencapai kedudukan ini, tandanya adalah bahwa dia memandang seluruh dirinya sebagai suatu hutang yang harus dibayar, semua kata-katanya bagai keluhan, dan semua pekerjaanya sebagai dosa. Dia kehilangan harapan dalam aktivitasnya sendiri dan menemukan kesalahan dalam ketulusannya sendiri. Jika keberuntungan mendatanginya, dia memandangnya sebagai karunia Tuhan dan suatu ketetapan abadi tanpa awal, dan bukan sebagai hasil dari usaha dan aktivitasnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perusahaan dan Negara yang Mengacu pada International Financial Reporting Standards

A.   Sekilas mengenai IFRS ( International Financial Reporting Standards ) IFRS (Standar Pelaporan Keuangan Internasional) merupaka...