Kamis, 18 Oktober 2012

PERNALARAN INDUKTIF



I.                   PENDAHULUAN
 
Pernalaran adalah sistem berfikir manusia dengan menghubungkan data atau fakta yang ada menjadi suatu simpulan. Pernalaran merupakan proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk suatu proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam pernalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi.
Pernalaran ini dibagi menjadi 2 metode, yaitu Pernalaran Deduktif dan Pernalaran Induktif. Namun disini saya akan menjelaskan lebih spesifik mengenai Pernalaran Induktif.

II.                ISI
Pernalaran Induktif  adalah pernalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Suatu pernalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini pernalaran induktif merupakan kebalikan dari pernalaran deduktif.
Pengertian pernalaran induktif Menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 : 14) istilah pernalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1.   Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berpikir logis.
2.   Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3.   Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) menjelaskan bahwa secara garis besar terdapat dua jenis pernalaran yaitu pernalaran deduktif dan pernalaran induktif. Pernalaran deduktif adalah cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sedangkan pernalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus.
Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) pernalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya, dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu pernalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.
Aspek dari pernalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa pernalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.
Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
Francis Bacon menyanggah teori deduktif dengan Novum Organum. Ia mengusulkan :
1.   Pengamatan phenomena - phenomena yang diamatinya
2.   Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan melalui pengamatan kasus-kasus yang banyak, kemudian generalisasi atau kasus yang bersifat umum.
Kelemahannya :
Pengumpulan kasus secara acak, konsep yang utuh mustahil dapat melahirkan teori-teori atau generalisasi yang benar. Sedangkan berfikir secara Induktif yaitu menggunakan sifat korespondensi dalam menentukan kebenaran. Pada abad ke 19 Charles Darwin memadukan kedua metode itu (Best, 1975). Ia menyusun teori asal usul manusia.


Bentuk-bentuk Pernalaran Induktif
a) Generalisasi : Proses pernalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Contoh generalisasi :
1)      Jika dipanaskan, besi memuai.
            Jika dipanaskan, tembaga memuai.
            Jika dipanaskan, emas memuai.
            Jika dipanaskan, platina memuai
            Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
2)      Jika ada udara, manusia akan hidup.
            Jika ada udara, hewan akan hidup.
            Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
            Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Macam-macam generalisasi
a.       Generalisasi sempurna : generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus penduduk
b.      Generalisasi tidak sempurna : generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1.   Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2.   Sampel harus bervariasi.
3.   Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

b)   Analogi : Cara penarikan pernalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh analogi :
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

c)   Hubungan kausal : pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
1)      Sebab- akibat.
            Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2)   Akibat – Sebab.
            Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
3)   Akibat – Akibat.
            Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Sumber :
·         sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../slide+penalaran.ppt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perusahaan dan Negara yang Mengacu pada International Financial Reporting Standards

A.   Sekilas mengenai IFRS ( International Financial Reporting Standards ) IFRS (Standar Pelaporan Keuangan Internasional) merupaka...