Rabu, 06 November 2013

REVIEW JURNAL

Judul Jurnal             : Pengaruh Komitmen Terhadap Respon Auditor Atas Tekanan Sosial : Sebuah Eksperimen
Pengarang                     :   Dyah Sih Rahayu dan Faisal, Undip
Tahun Penerbitan        :   Juni 2005
Vol. & Halaman           :   Volume 9 No. 1 : 13 - 22

A.              Latar Belakang
Penelitian ini menguji secara empiric pengaruh tekanan sosial pada keputusan auditor. Secara khusus, penelitian ini mengevaluasi pengaruh tekanan ketaatan (obedience pressure) dan tekanan kesesuaian (conformity pressure) dalam organisasi terhadap keputusan auditor dalam menyetujui salah saji yang material pada laporan keuangan. Selain itu penelitian ini juga menguji apakah komitmen organisasi serta komitmen profesional mempengaruhi keputusan auditor atas tekanan sosial.
Untuk mengevaluasi rentannya auditor atas tekanan yang berasal dari dalam organisasi, penelitian ini juga menguji karakteristik individual yang dapat mempengaruhi pertimbangan profesional atas dilema etika, Sebagai contoh, tekanan pengaruh sosial yang tidak tepat dalam kantor akuntan publik merupakan setting yang unik dimana komitmen organisasional dan komitmen profesional mungkin berlawanan. Auditor berada pada situasi konflik etikal karena kolega mereka harus mengevaluasi konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang yang potensial atas tindakan mereka.
Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah apakah tekanan social mempengaruhi keputusan auditor dan apakah ada pengaruh komitmen terhadap keputusan auditor atas tekanan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah variabel tekanan sosial mempengaruhi keputusan auditor dan apakah ada pengaruh komitmen terhadap keputusan auditor atas tekanan sosial.

B.              Metodologi Penelitian
Data yang Digunakan
Data yang digunakan merupakan data kuesioner yang menggunakan skala likert.

Populasi dan Sampel
Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 60 mahasiswa Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA). Dari 60 subjek yang berpartisipasi dalam eksperimen ini hanya 54 partisipan yang jawabannya dapat dianalisis, 6 partisipan menjawab tidak lengkap. Penelitian ini adalah eksperimen between-subjects. Subjek dibagi dalam tiga kelompok secara random yaitu kelompok kontrol, kelompok conformity pressure, dan kelompok obedience pressure.
Pemilihan sampel ini didasarkan pada asumsi bahwa mahasiswa PPA telah menyelesaikan pendidikan strata 1 dalam bidang akuntansi dan pada umumnya telah bekerja di kantor akuntan sebagai staf auditor. Staf auditor dengan usia dan pengalaman terbatas (masih muda) umumnya sangat rentan atas pengaruh tekanan sosial karena kepentingan mereka dalam sosialisasi dalam perusahaan dan keinginan mereka untuk “fit in”.

Alat Analisis
Analysis of variance (ANOVA) digunakan untuk menguji pengaruh tekanan sosial pada keputusan auditor. Selain itu juga digunakan analisis regresi yang secara simultan mempertimbangkan variabel independen, dengan komitmen organisasional dan komitmen profesional sebagai variabel kontinu.

Variabel yang Digunakan
1. Tekanan sosial : Penelitian ini memfokuskan pada tekanan ketaatan (obedience presure) dan tekanan kesesuaian (conformity presure) sebagai dua tipe tekanan sosial yang dapat mempengaruhi kinerja auditor.
2. Komitmen organisasi : Didefinisikan sebagai kekuatan identifikasi dan keterlibatan individual dalam organisasi tertentu. Dalam konteks auditing, komitmen organisasional telah menarik perhatian banyak peneliti dan praktisi karena potensinya dalam meningkatkan kualitas audit. Komitmen organisasional meningkat sebagai akibat dari proses sosialisasi yang kompleks dari dalam organisasi/perusahaan dan dapat dibedakan berdasar dimensi sikap (affective/attitudes) dan continuance/intentions.
3.  Komitmen professional : Komitmen profesional mengacu pada kekuatan identifikasi individual dengan profesi. Individual dengan komitmen professional yang tinggi dikarakterkan memiliki kepercayaan dan penerimaan yang tinggi dalam tujuan profesi, keinginan untuk berusaha sekuatnya atas nama profesi, dan keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam profesi.

C.              Hasil Penelitian
Hasil Pengujian Hipotesis untuk Variabel Tekanan Sosial
H1   : Auditor dalam obedience pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk            rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor yang tidak dalam obedience           pressure.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa treatment pada variabel tekanan sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah saldo yang disetujui (F = 69.167; p < 0.000) namun hasil pengujian tidak berhasil mendukung hipotesis 1 yang menyatakan bahwa auditor yang berada dalam obediance pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk rekening aktiva yang dipertanyakan disbanding auditor yang tidak berada dalam obediance pressure (F = 0.088; p>0.05).

H2  :  Auditor dalam conformity pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk          rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor yang tidak dalam conformity          pressure.
Untuk hipotesis 2 menyatakan bahwa auditor yang berada dalam confirmity pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk rekening aktiva yang dipertanyakan disbanding auditor yang tidak berada dalam confirmaty pressure tidak berhasil didukung (F= 2.065; p > 0.05).

H3  :  Auditor dalam obedience pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk            rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor dalam conformity pressure.
Untuk hipotesis 3 diperoleh nilai F = 3.810 dan p = 0.059. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa auditor yang berada dalam obedience pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi untuk rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor yang berada dalam confirmity pressure berhasil didukung.

Hasil Pengujian Hipotesis untuk Variabel Komitmen Organisasi
H4a: Jika tidak ada tekanan pengaruh sosial, auditor dengan komitmen organisasional yang tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah untuk rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor dengan komitmen organisasi yang rendah.
                 Hipotesis 4a memperediksikan bahwa jika tidak ada pengaruh tekanan sosial, auditor dengan komitmen organisasi yang tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah untuk rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor dengan komitmen yang rendah. Hasil pengujian dengan ANOVA mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan antara auditor yang mempunyai komitmen tinggi dengan auditor yang mempunyai komitmen rendah dalam menyetujui jumlah saldo (F=0.234; p = 0.635).

H4b  : Jika berada dalam tekanan pengaruh sosial, level komitmen organisasional tidak akan mempengaruhi saldo yang akan disetujui auditor untuk rekening aktiva yang dipertanyakan.
                Demikian juga untuk hipotesis 4b tidak berhasil didukung. Nilai F = 0.025 dan p=0.262 menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh tekanan sosial terhadap level komitmen auditor.

Hasil Pengujian Hipotesis untuk Variabel Komitmen Profesional
 H5  :  Auditor dengan komitmen profesional yang lebih tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah untuk rekening aktiva yang dipertanyakan dibanding auditor dengan komitmen profesional yang lebih rendah, tanpa memandang ada atau tidak adanya tekanan pengaruh sosial.
              Hasil pengujian hipotesis 5 menunjukkan bahwa auditor yang tidak berada dibawah tekanan dan dengan komitmen professional yang tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah ($.156,250) disbanding dengan auditor dengan komitmen professional yang rendah ($.375,000) namun perbedaan tersebut tidak signifikan (F=1.040 dan p=0.323). Sedangkan auditor dengan komitmen profesional yang rendah dan berada dalam kondisi confirmity pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi dibandingkan dengan auditor dengan komitmen yang tinggi. Nilai F=0.613 dan p = 0.445 menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan. 

D.              Kesimpulan, Keterbatasan dan Saran
Kesimpulan
Hasil penelitian ini memberikan hasil yang mixed untuk pengujian pengaruh tekanan sosial. Secara umum hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh treatment atas tekanan sosial. Meskipun hasil penelitian ini tidak berhasil mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa auditor yang berada dalam tekanan akan menyetujui saldo yang lebih tinggi, namun hasil penelitian ini berhasil mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa auditor yang berada dalam obediance pressure akan menyetujui saldo yang lebih tinggi dibandingkan dengan auditor yang berada dalam confirmity pressure.
Hasil penelitian ini tidak berhasil mendukung prediksi bahwa komitmen organisasi berpengaruh pada tekanan sosial. Meskipun hasil menunjukkan bahwa auditor dalam kondisi tidak ada tekanan dan dengan komitmen organisasi yang tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah ($.218,750) dibandingkan dengan auditor dengan komitmen yang rendah ($. 325,000), namun hasilnya tidak signifikan (F = 0.234 dan p = 0.635).
Demikian juga halnya, auditor yang berada dalam obediance pressure dan dengan komitmen organisasi yang tinggi akan menyetujui saldo yang lebih rendah ($.862,500) dibandingkan dengan auditor dengan komitmen yang rendah ($. 895,000), namun hasilnya tidak signifikan (F = 0.025 dan p = 0.877).

Keterbatasan
Penelitian ini dirasakan masih banyak mempunyai keterbatasan seperti:
1.    Kemungkinan sampel yang dijadikan subjek eksperimen kurang banyak (hanya 54 orang) dan karakteristik serta latar belakang yang tidak sama.
2. Peneliti hanya mempertimbangkan dua variabel individu (komitmen organisasi dan komitmen profesional) sebagai variabel yang diduga dapat mempengaruhi respon auditor.

Saran
Dari beberapa keterbatasan yang ada, terdapat saran yang digunakan untuk penelitian selanjutnya, yaitu :
1.   Peneliti berikutnya dapat menggunakan sampel yang lebih banyak serta dengan subjek eksperimennya adalah auditor yang sudah bekerja pada kantor akuntan public (KAP).
2.     Peneliti berikutnya juga dapat mempertimbangkan lebih baik bagaimana hubungan antara tekanan sosial dengan variabel- variabel individu (Komitmen organisasi dan komitmen profesional).

Nama          : Irfani Nafisah
NPM/Kelas : 29210038/4EB01

Perusahaan dan Negara yang Mengacu pada International Financial Reporting Standards

A.   Sekilas mengenai IFRS ( International Financial Reporting Standards ) IFRS (Standar Pelaporan Keuangan Internasional) merupaka...